Kiat Sukses Meraih Gigi Sehat

 

Persepsi umum menganggap perawatan gigi adalah cukup dengan rajin sikat gigi minimal 2 kali sehari saat mandi pagi dan sore. Kegiatan sikat gigi sering diidentifikasikan dengan aktivitas mandi, jadi sering kali hanya pada saat mandi seseorang ingat untuk sikat gigi. Artinya banyak waktu yang terlewati untuk tidak melakukan sikat gigi seperti saat bekerja, kuliah, sekolah dan bahkan sedang bersantai atau tidur.

 

Sebenarnnya sikat gigi 2 kali sehari masih belum optimal, penumpukan sisa makanan dan kuman, terutama pada daerah gigi yang berdesakan, atau pada gigi geraham yang paling belakang dan permukaan bagian dalam gigi serta di sela antar gigi masih sering terjadi. Dari sinilah masalah akan timbul, sisa makanan yang tertimbun akan menyebabkan lapisan plak pada permukaan gigi semakin menebal. Hal ini akan diikuti dengan proses fermentasi sehingga dapat menyebabkan berbagai kelainan seperti lubang gigi (karies), radang gusi (gingivitis), radang jaringan penyangga gigi (periodontitis) dan tumbuh karang gigi (calculus) atau lapisan yang sangat lengket dan berwarna coklat tua hingga kehitaman (stain).

 

Pada bayi dibawah lima tahun (balita), aktifitas membersihkan gigi geligi juga sering terabaikan. Menyikat gigi baru dibiasakan saat remaja atau dewasa. Hal ini dapat menimbulkan masalah, mengapa demikian? karena anak-anak dan balita umumnya lebih banyak makan makanan yang manis, lunak, lengket dan mengandung banyak karbohidrat, sehingga rentan terjadi gangguan karies dan radang gusi.

 

 

 Rongga mulut dan gigi adalah organ tubuh manusia yang mempunyai fungsi sangat penting, sebagai jalan masuk nutrisi (adanya gerakan mengunyah, menghisap dan menelan) dan fungsi komunikasi verbal (berbicara). Kedua fungsi inilah yang menentukan proses tumbuh kembang seseorang sejak anak-anak. Dengan keadaan mulut yang sehat, nutrisi akan mudah masuk ke dalam tubuh, sehingga dapat terpenuhi kebutuhan untuk proses tumbuh kembang seseorang. Keadaan mulut yang sehat juga sangat penting bagi seorang anak mulai belajar bicara, mengembangkan kemampuan bahasanya sebagai sarana komunikasi. Disamping itu rongga mulut dapat berfungsi sebagai jalan nafas dan ekspresi diri seseorang.

 

Berrdasarkan uraian diatas, marilah kita mempelajari bagaimana sukses meraih gigi yang sehat. Adapun tahapannya adalah sebagai berikut :

 

BAGAIMANA MENYIKAT GIGI YANG BENAR

Menyikat gigi yang benar perlu memperhatikan beberapa hal yaitu bagaimana memilih sikat gigi, cara menyikat gigi, memilih pasta gigi, cara berkumur dan bagaimana memakai benang gigi dan obat kumur.


MEMILIH SIKAT GIGI

Pilihlah bulu sikat gigi yang lembut namun cukup kuat sehingga tidak mudah rusak. Ukuran bulu sikat gigi juga disesuaikan dengan besar gigi dan rahang sehingga tidak kebesaran atau kekecilan. Dalam perkembangannya susunan dan bentuk ujung bulu sikat gigi bervariasi, untuk itu mencoba berbagai merk dapat dilakukan. Kemudian dipilih yang paling nyaman dan memberikan hasil yang baik.

Kebanyakan bulu sikat gigi disusun tegak sejajar dengan bagian tepi disusun membulat, persegi atau menyudut, namun ada juga yang disusun bergelombang dan zig-zag. Bahkan ada juga yang disusun lebih pendek di bagian tengahnya, seperti pada sikat gigi khusus untuk behel (bracket).

Bentuk sayatan ujung bulu sikat gigi bila dicermati maka akan terlihat seperti tumpul, membulat, datar atau miring, bahkan ada juga yang mengecil dan semakin lembut diujung seperti rumbai-rumbai.

Pada kemasan sikat gigi akan ada informasi apakah jenis sikat gigi itu lembut (soft), sedang (medium), atau kaku (hard), serta apakah sikat gigi itu untuk balita, anak-anak atau dewasa. Jadi konsumen dapat memilih sesuai kebutuhan.

Untuk anak-anak dianjurkan memakai bulu sikat gigi yang susunannya tegak sejajar dengan ujung bulu yang tumpul dan tekstur bahan yang lembut.

Pergantian sikat gigi lama dengan yang baru sebaiknya adalah setiap 3 bulan sekali.

Ada juga sikat gigi interdental yaitu sikat gigi yang dirancang khusus untuk membersihkan sela-sela gigi, sela antara gigi tiruan dan sela antara behel (bracket) sehingga bentuknya menyerupai sikat botol yang kecil sekali. Pemakaian sikat ini didepan cermin dengan sedikit pasta gigi dan gerakan yang lembut.

Sikat gigi elektrik dapat memotivasi anak-anak untuk lebih senang menyikat gigi karena bentuk susunan bulunya dan cara pemakaiannya yang unik, namun perlu dampingi oleh orang tua. Sikat gigi elektrik juga mulai digemari, karena lebih mudah penggunaannya, dan sesuai untuk seseorang dengan kebutuhan khusus.

 

CARA MENYIKAT GIGI

Sikat gigi yang benar dimulai dari cara mengerakkan bulu sikat gigi yang tepat yaitu seperti menggulung dari arah gusi ke ujung gigi dan membentuk lingkaran kecil pada seluruh permukaan gigi. Sehingga pergelangan tangan kita juga ikut merasakan bergerak jadi tidak tidak kaku hanya bergerak maju mundur saja. Dengan cara demikian diharapkan sisa makanan akan terangkat dengan bersih.

Gerakan tersebut dilakukan dengan seksama tanpa harus terlalu menekan atau terlalu kuat sehingga tidak melukai gigi dan gusi. Jadi sikat gigi tidak bisa dilakukan dengan terburu-buru namun perlahan dan sebaiknya diulang. Jangan lupa sikat permukaan luar lidah juga, dengan mnggunakan sikat gigi tersebut atau memakai sikat khusus untuk lidah.

 

MEMILIH PASTA GIGI

Pasta Gigi dengan berbagai macam kandungan utama memiliki peran yang penting, karena akan memberi manfaat melicinkan saat sikat gigi sehingga lebih bersih dan menyegarkan. Adapun secara umum pasta gigi bermanfaat sebagai :

  1. Antibacterial Acid Menghambat tumbuh kembang kuman
  2. Mengurangi pembentukan plak dan karang gigi
  3. Memperkuat gigi terhadap karies
  4. Membersihkan dan memoles permukaan gigi
  5. Menghilangkan atau mengurangi bau mulut
  6. Memberikan rasa segar pada mulut
  7. Memelihara kesehatan gusi

Pasta gigi dapat ditemui di pasaran dengan berbagai kandungan bahan utama, seperti siwak (salvadora persica), daun sirih, minyak kayu putih (tea tree oil), cengkeh, herbal atau bahkan madu (propolis), triclosan dan monosodiumfluoride. Dari setiap bahan kandungan pasta gigi akan memiliki kelebihan dan manfaat yang berbeda, jadi untuk memperoleh manfaat kebaikan dari semuanya lebih baik pemakaian pasta gigi dilakukan berganti-ganti. Kemudian pilihlah yang sangat terasa manfaatnya atau cocok untuk lebih sering dipakai.

Adapun pasta gigi untuk balita dan anak-anak seringkali ditambah dengan aroma buah dan pemanis, serta bahan lebih aman bila tertelan. Namun sebaiknya balita dan anak-anak diajari cara meludah dan berkumur yang benar sebelum diajari menyikat gigi dengan pasta gigi. Sehingga mengurangi resiko menelan sisa makanan dan busa pasta gigi saat menyikat gigi.

Biasanya dokter gigi akan memberi saran pasta gigi yang sesuai dengan kondisi kesehatan gigi kita, saat berkunjung ke dokter gigi. Jadi jangan lewatkan untuk menanyakannya.

 

CARA BERKUMUR

Lakukanlah kumur yang seksama dengan air bersih secara berulang-ulang sehingga yakin semua kotoran keluar. Air hangat sangat disarankan untuk dipakai saat kumur, baik setelah sikat gigi atau saat setelah makan sebelum sempat menyikat gigi.

Ingatlah selalu bahwa saat menyikat gigi kita perlu gerakan rilex dan perlahan, namun saat berkumur sangat perlu tekanan dan kecepatan agar semua kotoran sisa makanan terbuang bersih.

 

BENANG GIGI

Selanjutnya untuk membersihkan sela-sela antara gigi dapat dilakukan dengan mengunakan benang khusus (dental floss). Benang gigi ada yang dikemas langsung dengan pegangannya dan ujungnya bisa dipakai sebagai tusuk gigi, atau dalam bentuk benang gulungan yang diambil sesuai kebutuhan.

Bila memakai yang gulungan perlu dililitkan pada kedua jari telunjuk kita baru kemudian caranya sama yaitu, benang gigi dimasukan di sela-sela gigi secara perlahan lalu gerakkanlah naik turun dan sedikit digeser kedepan dan belakang permukaan gigi. Lakukanlah perawatan benang gigi ini pada beberapa gigi yang terlihat lebih mudah kotor dan sering terjadi selilit, dan selalu hati-hati agar tidak melukai gusi.

 

OBAT KUMUR

Untuk mempertahankan atau menyegarkan setelah menyikat gigi dapat dilakukan dengan berkumur obat kumur. Kandungan obat kumur beragam, beberapa obat kumur dapat digunakan untuk membantu mempercepat penyembuhan radang gusi, luka bekas pencabutan atau trauma dan sariawan di ronga mulut. Namun pemakaian obat kumur sebaiknya jangan terlalu sering karena justru dapat mengganggu pertumbuhan kuman baik / flora normal di rongga mulut sehingga justru memicu jamur tumbuh di dalam rongga mulut. Untuk pemakaian yang aman, obat kumur jangan dipakai terus menerus lebih dari seminggu dan konsulatsikanlah pada dokter gigi anda.

Beberapa obat kumur lebih berfungsi sebagai penyegar nafas dengan aroma mint yang tajam, ini kurang cocok untuk radang gusi atau yang mudah berdarah dan gigi yang sensitif. Saat ini penyegar nafas dan mulut dikemas dalam bentuk permen (candy) dan semprotan (spray), ini bisa dipakai bila diperlukan saja. Kebanyakan obat kumur lebih berasa tidak enak bahkan pahit namun mempunyai khasiat yang baik untuk gusi. Ada juga yang berbahan herbal yang lebih lembut aroma dan rasanya.

Obat kumur yang alami dapat mudah dibuat yaitu dengan cara merebus beberapa lembar daun sirih segar hingga masak, lalu diamkan hingga menjadi hangat suam-suam kuku untuk kemudian dipakai berkumur. Rebusan daun sirih ini justru lebih aman bila sering kali dipakai. Agar lebih mempunyai khasiat antiseptik dan pereda rasa sakit gigi, bisa ditambahkan garam sedikit pada rebusan daun sirih hangat.


MENGUNJUNGI DOKTER GIGI

Banyak diantara kita dalam seumur hidupnya dapat dihitung dengan jari jumlah kunjunganya ke dokter gigi. Masih sering dijumpai faham bahwa penyakit gigi itu jauh dari resiko yang berakibat fatal atau kematian jadi dapat ditunda atau dinomerduakan, sehingga keluhan dan tanda awal kelainan sering kali diabaikan.Ada beberapa alasan memang seseorang enggan berkonsultasi dan datang ke dokter gigi, karena tidak mengetahui kelainan yang ada, enggan karena belum pernah berkunjung ke tempat praktek dokter gigi, rasa takut dengan peralatan, malu dengan kondisi gigi yang dimiliki atau juga karena biaya perawatan yang dianggap mahal. Tindakan perawatan yang memerlukan beberapa kali kunjungan juga sering menjadikan seseorang malas datang ke dokter gigi.

Seseorang akan mengunjungi dokter gigi bila keluhan sudah menjadi rasa sakit yang tak tertahankan atau bengkak. Tindakan pencegahan dengan pembersihan karang gigi rutin setiap 6 bulan sekali juga masih sering terlupakan Diantara kita juga masih memilih tindakan perawatan hanya pada gigi yang berkeluhan saja dan meminta perawatan yang instan agar segera terlihat hasilnya dan mengurangi jumlah kunjungan kontrol..

 

Kebutuhan untuk penataan susunan gigi /merapikan gigi juga masih sering ditangguhkan karena berbagai alasan. Padahal perawatan Ortodontik yaitu perawatan penyusunan gigi justru memberi manfaat yang lebih baik dan langeng, karena dengan susunan gigi yang rapi, maka gigi geligi akan mudah dibersihkan, mengurangi resiko karies dan karang gigi, sehat gusi dan jaringan peyangga giginya, sehat fungsi kunyahnya sehingga mengurangi resiko kelainan sendi rahang atau TMJ (temporo mandibular join), natural karena gigi digerakkan pada posisi yang benar dan masih tetap hidup sehingga dapat menghindari mengubah gigi asli dengan gigi tiruan, serta mempunyai dampak psikologis yang sangat baik yaitu menunbuhkan percaya diri karena mempunyai senyum yang indah dengan gigi yang tertata rapi.

 

Seperti misalnya kasus karies gigi (gigi berlubang) lebih sering diatasi dengan menambal saja namun faktor-faktor yang sangat mendukung terjadinya gigi berlubang tidak diatasi, seperti kelainan susunan gigi, karang gigi, kebiasaan buruk merokok, pola makan dan kebersihan mulut yang kurang.

Baik penderita maupun dokter gigi dapat saling terbuka untuk saling memberi informasi berkatan dengan kasus yang dialalmi. Sehingga bisa diperoleh tahapan perawatan yang tepat dan tidak menimbulkan masalah baru di masa mendatang.

Seperti pada kasus kehilangan gigi, perlu dipertimbangkan apakah: masih ada sisa akar dari gigi-gigi yang telah tanggal, berapa jumlah gigi yang telah tanggal, dimana letak gigi yang tanggal, bagaimana susunan gigi seluruhnya serta bagaimanakah kondisi gusinya (gingiva) dan kondisi kesehatan umumnya. Sehingga tidak setiap kasus kehilangan gigi harus diganti langsung dengan gigi tiruan, karena bisa jadi perlu perawatan sisa akarnya, gusinya dan susunan giginya terlebih dahulu.

 

MENGETAHUI TANDA -TANDA KELAINAN GIGI

Sebenarnya memahami keadaan gigi geligi kita adalah hal yang mudah, karena kita dapat melihat dan merasakan langsung. Kita hanya perlu berdiri di depan cermin dalam suasana yang terang lalu membuka lebar mulut kita dan memperhatikan tiap-tiap gigi geligi kita. Berikut dibawah ini adalah beberapa pertanyaan yang dapat disimak dan dipakai untuk menilai keadaan gigi geligi sendiri dan keluarga kita di rumah, yaitu dengan cara mengamati dan merasakan, serta menanyakan apakah terdapat tanda-tanda seperti berikut:

  • Bayi yang baru lahir tapi sudah mempunyai gigi
  • Bayi diatas 8 bulan yang belum tumbuh gigi
  • Gigi kesundulan (Persistensi)
  • Gigi yang ukuran dan bentuknya lebih kecil atau lebih besar
  • Kelebihan jumlah gigi yang senama (Supernumery)
  • Susunan gigi anak-anak, remaja atau dewasa berdesakan,tongos,nyakil atau banyak sela antar gigi (Maloklusi)
  • Holitosis atau bau mulut
  • Gigi yang tinggal sisa akarnya
  • Gusi mudah berdarah (Gingivitis, Periodontitis)
  • Terasa asin saat menghisap gigi dan terdapat noda darah saat meludah
  • Bengkak di pipi dengan didahului rasa sakit gigi sebelumya
  • Mudah selilit di sela gigi
  • Kerak gigi atau karang gigi atau stain
  • Gigi berubah warna menjadi kecoklatan atau ke abu-abu an
  • Gigi goyang
  • Bercak putih atau kuning di gigi (White Spot)
  • Lubang gigi (Karies)
  • Ada benjolan, didalam gigi yang berlubang besar (Polip)
  • Benjolan kecil di gusi yang bersifat kambuhan (Fistel)
  • Sariawan di rongga mulut, lidah atau disudut bibir (Stomatitis, Angular Ceilitis)
  • Gigi mudah terasa linu
  • Adanya benjolan atau sariawan di rahang atau gusi yang menahun, dengan atau tanpa rasa sakit
  • Rasa sakit atau tidak nyaman saat mengigit atau mengunyah makanan
  • Ada bunyi di rahang saat mengunyah atau saat menguap(Cliking)
  • Terdengar suara mengerat saat tidur (Brusisme)
  • Kelainan celah bibir/sumbing dan atau bersama kelainan celah langit-langit rahang atas (Cleft Lip and Palate)
  • Akibat trauma fisik yang menyebabkan gigi goyang, patah atau bahkan tanggal.

Tanda-tanda diatas semoga dapat membantu mengingatkan agar segera dapat melakukan tindakan perawatan. Tindakan perawatan yang benar adalah dengan mendatangi dokter gigi serta menyampaikan semua keluhan, termasuk riwayat perawatan yang pernah dilakukan, riwayat alergi dan riwayat penyakit lain yang dimiliki. Sekarang ini telah banyak dokter gigi dengan berbagai bidang spesialisasinya seperti, spesialis bedah mulut (maxilofacial sugeon) , spesialis merapikan gigi (orthodontist) , spesialis gigi tiruan (prosthodontist), spesialis konservasi gigi, spesialis periodonsia, dan spesialis konservasi gigi anak Sehingga memudahkan seseorang untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Biaya perawatan memang sangat beragam, namun bisa dipahami kenapa cenderung terasa lebih mahal karena setiap kunjungan ke dokter gigi selalu diikuti dengan tindakan perawatan jadi bukan hanya pemeriksaan saja. Biaya tersebut biasanya meliputi biaya bahan, pemakaian peralatan, laboratorium gigi bila ada dan biaya jasa perawatan. Perawatan yang rutin setelah semua kelainan gigi teratasi adalah membersihkan karang gigi dalam setiap 6 bulan.


MENCERMATI PENYAKIT YANG BERHUBUNGAN DENGAN GIGI

 

Tahukah anda bahwa dibagian tubuh kita manakah yang paling kotor? jawabanya adalah di rongga mulut, karena terdapat 1.011 bakteri dalam setiap miligram plak gigi (semacam lendir yang senantiasa ada dan melekat di permukaan gigi). Artinya terdapat ratusan juta bakteri di dalam rongga mulut seseorang. Diantara ratusan juta bakteri tersebut ada yang bersifat baik yaitu sebagai flora normal dan ada yang bersifat patogen atau merusak. Jumlah bakteri akan meningkat 2-10 kali pada kondisi kebersihan mulut yang jelek.Wajar bila sebagian besar penyakit ditubuh kita disebabkan karena penyebaran kuman dari rongga mulut dan gigi.

 

Kelainan gigi seperti lubang gigi yang dibiarkan tanpa perawatan (karies atau gangrena pulpa), gigi yang tinggal sisa akarnya (gangrena radix), karang gigi, gusi yang beradang dan infeksi dan gigi yang goyang dapat menjadi jalannya masuk kuman setiap detiknya ke dalam tubuh kita melalui aliran darah pada saraf gigi dan gusi, hingga akhirnya kuman bermuara dimana dia suka dan disitulah akan timbul masalah atau penyakit. Inilah yang disebut sebagai teori focal infeksi, bahwa infeksi di rongga mulut bertanggung jawab atas inisiasi dan progresi berbagai penyakit inflamasi seperti radang sendi, tukak lambung dan radang usus buntu. Bahkan dalam perkembangan bidang imunologi menyebutkan bahwa infeksi gigi dapat menjadi asal bagi desiminasi mikroorganisme penyakit ke bagian tubuh lain dan merupakan faktor pencetus terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah, penyakit paru, penyakit gula, stroke, kanker dan sebagainya. Karena yang menyebar mengikuti aliran darah tadi bisa bakterinya atau racun yang dihasilkan bakteri tersebut. Proses inilah yang disebut dengan bakteriemia. Pada anak-anak, infeksi rongga mulut yang sering terjadi adalah radang tenggorokan (faringitis), sinusitis, infeksi paru (pneumonia) dan asma, semua ini dapat juga berhubungan dengan proses bakteriemia dari kuman patogen rongga mulut.

Kuman yang berada di rongga mulut seperti : Gram Positif Aerob (4 jam) yaitu : Streptococcus (mutan,sanguis,mitis), Lactobacillus species, Actinomyces Viscosus, Gram Negatif Aerob (1-3 hari) yaitu : Fusobakterium nucleatum, Provotella intermedia, Capnocytophaga species, Gram Negatif Anaerob (1 minggu) yaitu : Porphyromonas Gingivalis, Actinobacillus Actinomycetemcomitans, Compylabacter Rectus, Eikenella Corrodeus, Treponema Species. Diantara bakteri tersebut diatas yang paling sering menyebabkan infeksi gigi hingga bernanah dan sangat mempengaruhi kelainan sistemik adalah jenis gram negatif anaerob. Bakteri gram negatif anaerob banyak dijumpai pada kasus radang gusi (gingivitis) disertai karang gigi dan radang jaringan peyangga gigi (periodontitis) disertai gigi berlubang (karies), yang biasanya banyak dijumpai pada kondisi kebersihan rongga mulut yang jelek.

 

Begitu pula gigi geraham terakhir, gigi taring (caninus) atau gigi geraham kecil (bicuspid / premolar) yang tidak bisa tumbuh sempurna, karena miring atau tidak dapat tumbuh karena tertanam dalam rahang (impaksi) dapat mengakibatkan rasa sakit kepala, migraen, bahkan kelainan saraf dari yang ringan hingga berat. Bahkan gigi caninus dan premolar rahang atas yang impaksi dapat masuk ke dalam kantung sinus dan menyebabkan infeksi sinusitis.

Perhatian yang lebih juga sebaikkan diberikan kepada ibu hamil. Ibu hamil yang sakit gigi akan kehilangan selera makan dan berakibat drop karena nutrisi berkurang. Dan bila terjadi proses bakteriemia maka akan mengancam nyawa ibu dan bayi yang dikandungnya.

Dari uraian diatas maka memelihara kebersihan dan kesehatan gigi dan rongga mulut tidak bisa ditawar lagi. Sangat disarankan dalam setiap hari seseorang dianjurkan sesering mungkin untuk menyikat gigi. Untuk lebih mudahnya mengingat sikat gigi adalah dengan mengingat waktu sholat wajib. Jadi sebaiknya sebelum sholat wajis dianjurkan untuk sikat gigi terlebih dahulu. Sikat gigi juga sebaiknya dilakukan selepas makan besar atau ngemil. Karena plak gigi akan selalu tumbuh, walaupun seseorang telah menyikat gigi dengan bersih. Plak adalah media bagi bakteri di rongga mulut untuk tumbuh dan berkembang dan terjadi proses fermenstasi dengan sisa makanan.

Bila kondisi tidak memungkinkan melakukan sikat gigi maka, minumlah air putih yang cukup dan sebaiknya diikuti dengan berkumur. Hal ini berguna untuk mengurangi jumlah kuman dan sisa makanan, minuman manis yang menempel di gigi.

 

Banyak megkonsumsi makanan yang sehat dan berserat seperti buah dan sayur akan membantu menyehatkan sistem pengunyahan, rongga mulut dan pencernakan. Hindari sering mengkonsumsi makanan manis dan lengket. Jangan membiasakan pola hidup yang tidak sehat, seperti kebiasaan merokok, mengkonsumsi makanan junk food, minuman berkarbonasi dan mengandung alkohol. Dan jangan lupa untuk selalu mengkonsumsi makanan halal dan berdo’a agar senantiasa diberi kesehatan lahir, batin dan mendapat ridho dari setiap aktifitas ibadah makan kita. Amin ya Robbal’alamin.

 

Informasi Perawatan Gigi:

 

Apabila ingin berkonsultasi untuk perawatan merapikan gigi (orthodontik), Silahkan kontak kami di www.dokterkawatgigi.com

 

Pertanyaan yang sering muncul saat konsultasi Merapikan Gigi:

  1. Berapa lama waktu yang diperlukan pada saat pasang behel gigi / kawat gigi ?
  2. Bagaimana proses pemasangan gigi behel / pasang kawat gigi ?
  3. Jenis jenis behel gigi / kawat gigi itu apa saja ?
  4. Bagaimana mendapatkan behel gigi transparan?
  5. Apa manfaat pemasangan behel gigi / braket gigi / kawat gigi
  6. Berapa harga pemasangan behel gigi / kawat gigi / bracket gigi
  7. Adakah behel gigi/ kawat gigi yang murah

About Me

 


 

Lila Muntadir, drg., Sp.Ort.
Spesialis Merapikan Gigi (Orthodontist)

 


 



Para pengunjung yang berbahagia,
Selamat datang di website kami.

Senyum indah itu ditentukan oleh kerapian gigi dan harmonisasi muka, rasanya tidak berlebihan kalau kami mengungkapkan hal itu kepada Anda di sini.
 
 

Hubungi : 

Lila Muntadir, drg., Sp.Ort.
Spesialis Merapikan Gigi (Orthodontist)
 

Alamat : Pondok Citra Eksekutif F-8 Penjaringan Sari, Rungkut, Surabaya  

  
HP /SMS / WA : 08121752022       

  
E-mail : lilamuntadir@gmail.com    

 
Website : dokterkawatgigi.com & dokterbehel.com

 

 

Jadwal Praktek:

  • Rumah Sakit Muhammadiyah Siti Khodijah  Jl. Pahlawan 260 Sepanjang, Sidoarjo
  • Rumah Sakit Al Irsyad  Jl. KH. Mas Mansyur 210-214 Surabaya 
  • Rumah Sakit Ibu dan Anak Kendangsari MERR Jl. Ir. H. Soekarno no. 2 Surabaya
  • Klinik di Rumah. Pondok Citra Eksekutif F-8 Penjaringan Sari, Rungkut, Surabaya (Belakang Kantor Kelurahan Penjaringan Sari)
  • (Khusus Klinik di Rumah, free biaya konsultasi dan pemeriksaan)

One smile at a time!


 

 

 

 

Copyright © 2014. All Rights Reserved.