Bolehkan Mencabut Gigi Pada Ibu Hamil?

 

Menjawab pertanyaan, bolehkan cabut gigi pada ibu hamil usia kandungan 5 bulan.

Pada Ibu dengan kehamilan pertama dan kehamilan selanjutnya ada sedikit perbedaan.

Pada kehamilan pertama kami cenderung sangat berhati hati untuk melakukan tindakan pencabutan gigi walaupun usia kandungan sudah menginjak trisemester ke 2 yang relatif lebih aman. Namun pada kehamilan kedua dan seterusnya bisa menjadi pertimnangan lain untuk dilakukan pencabutan gigi karena kami minimal sudah bisa mendapat informasi bahwa Bumil tersebut tidak mempunyai riwayat alergi terhadap local anaestesi (bius lokal) saat persalinan normal atau general anaestesi (bius total) pada persalinan caesar dan pemakaian obat serta diwayat perdarahan saat persalinan. Serta aspek psikologis nya jauh lebih siap dan sudah punya pengalaman merasakan tindakan operasi.

 

Pencabutan gigi adalah termasuk tindakan minor surgery dengan kasus ringan sedang namun bisa jadi mayor surgery bila ada komplikasi dan riwayat penyakit kelainan sistemik parah yang menyertainya atau kondisi truma dan distruksi tulang yang parah karena kanker atau tumor. Namun rongga mulut yang merupakan jalan masuk kuman dan tempat kuman beberapa ratus spesies berkembang dan tumbuh di rongga mulut. Sehingga sangat perlu dijaga agar sekecil apapun tidakan perawatan gigi dan mulut dilakukan dengan kondisi bebas infeksi dan steril.

Prinsip utama pada pencabutan gigi di saat hamil adalah diagnosa dari kelainan gigi pada Bumil harus ditegakkan dahulu. Diagnosa kelainan gigi dapat diperoleh dengan mengetahui riwayat penyakit, pemeriksaan klinis dan foto X-ray. Pada ibu hamil pertama biasanya karena masih muda jarang yang mempunyai penyakit sistemik seperti diabetes, hipertensi, Asma dan lainnya. Begitu pula riwayat intoleransi atau alergi terutama obat obatan harus terbuka dan disampaikan pada dokter gigi yang akan merawatnya.

    

Pada kasus kelainan gigi dan gusi ringan seperti gambar diatas yaitu early caries dengan diagnosa pulpitis reversible atau hiperamia pulpa ringan yang hanya sampai lapisan enamel dan sebagian dentin dengan keluhan terasa linu bila kena air atau makanan manis dan dingin namun belum ada pembengkakan gusi dan kelenjar getah bening. Begitu pula pada kasus Gingivitis marginalis (radang gusi)  dan calculus ( karang gigi) ringan yaitu kadang berdarah saat sikat gigi namun gusi tidak meradang parah dan tidak ada benjolan. Kondisi ini tidak boleh dilakukan pencabutan, perawatan pembersihan karang gigi, penambalan dan perawatan gigi serta intruksi meningkatkan oral hygiene rongga mulut sudah cukup meredakan keluhan tersebut tanpa obat telan.

Adapun kasus pencabutan ringan yang bisa dilakukan saat kehamilan trisemester ke 2 adalah dengan indikasi kondisi klinis seperti gangren radix sisa akar gigi permanen kecil tinggal 1/3 akar yang tidak disertai infeksi dan tidak dalam kondisi meradang gusinya atau ada sisa gigi susu yang masih ada ketika usia dewasa (persistensi) yang goyang dan mudah pencabutannya. Dan kondisi keseluruhan ibu hamil 5 bulan ini benar benar tdak memiliki riwayat hipertensi, diabetes, asma dan penyakit sistemik lainnya. Serta ibu hamil ini bukan tipe pencemas atau penakut yang berlebihan. Semua pencabutan ini bisa dilakukan dengan topical anaestesi berupa gel atau chorethyle berupa semprotan cairan dingin tanpa local anaestesi yang berupa injeksi. Bila terpaksa dilakukan dengan pemberian local anaestesi maka jenis lidocain yang dianjurkan bukan yang mengandung ephineprine dan sebaiknya dengan dosis separuh saja.Dan setelah cabut ibu hamil juga tidak diperkanankan minum obat anti nyeri anti radang yang mengandung steroid misal aspirin dan  golongan obat AINS ( anti inflamsi non steroid) atau NSAID ( non steroid anti inflamation drug ) seperti pontan (asam mefenamat ), cataflam, ibuprofen. Jadi   hanya boleh minum  paracetamol itupun hanya bila diperlukan dengan dosis terpantau. Karena obat jenis tersebut di duga banyak menimbulakn gangguan janin ringan hingga parah seperti kecacatan fisik janin dan janin meninggal di dalam rahim. Serta untuk langkah profilksis diberikan antibiotika tipe B yaitu amoxcicillin, penicilline dan clindamycine. Tetapi penicilline dan clindamycine sering kali menimbulkan reaksi alergi tidak terduga baik ringan sampai parah sehingga dihindari.

Sedangakan tindakan X-ray ringan seperti foto periapical untuk 1-3 gigi saja atau panoramic yang bisa untuk seluruh gigi masih kontrofersi. Beberapa laborat sering kali menolak walaupun sudah kami beri pengantar dan kami sampaikan di usia kehamilan trisemester 2 sudah aman asal pasien dilindungi dengan baju Apron atau Thyroid Collar. Sehingga kami pun menunda melakukan perawatan atau pencabutan bila foto x-ray tidak bisa dilakukan.

Pada kasus kelianan gusi sedang dan cenderung parah seperti gambar dibawah ini:

 

     

Gambar ini menunjukkan Gingivitis marginalis kronis (radang gusi) dan bahkan disertai dengan kelainan periodontal (jaringan peyangga gigi) yang bisa terjadi pada Ibu hamil dengan riwayat oral hygiene buruk, kuman, karang gigi, perubahan hormon hamil serta vomiting (mual muntah) saat hamil. Cairan asam lambung yang naik dan melewati mulut cukup membuat gusi mudah meradang dan bila terdapat karang gigi serta oral higiene yang buruk akan cepat menjadi benjolan hiperplasi gingiva. Kasus ini paling sering terjadi pada Ibu hamil dan akan memicu terjadinya kelainan yang lebih parah. Ibu hamil yang sering muntah sebaiknya setelah muntah segera kumur air bersih yang banyak agar cairan asam lambung tidak membuat gusi meradang.. Keluhan yang timbul adalah rasa kemeng bahkan sakit yang muncul hilang, mudah berdarah, holitosis (bau mulut) dan sangat tidak nyaman saat makan dan menggangu estetik karena pada beberapa kasus sampai terjadi discolorisari (pewarnaan) permukaan gigi jadi lebih coklat tua sampai hitam. Perawatan kondisi ini dengan pembersihan karang gigi (scaling), pemakaian obat kumur herbal, pemakaian pasta gigi khusus, pemberian gel atau cairan khusus pereda radang yang diulas atau disemprotkan pada gusi, splinting periodontal (serabut penahan gigi ) bila perlu dipasang dibagian dalam gigi agar gigi tidak makin goyang serta pemberian obat antibiotika yang aman bagi Ibu Hamil seperti jenis Amoxicillin.pada Kasus ini tidak boleh dilakukan pencabutan walaupun gigi sudah goyang dan terkadang mengganggu pengunyahan, namun perlu tindakan perawatan rutin ke dokter gigi. Biasanya kelianan ini akan mereda dengan baik bila telah melahirkan.

Kelainan gusi yang sering terjadi pada ibu hamil lainnya adalah Epulis Gravidarum (benjolan pada sela gusi) seperti gambar dibawah ini.

      

Biasanya terjadi hanya pada regio beberapa gigi saja, namun cukup mengganggu dengan keluhan mudah berdarah, sedikit kemeng, namun karena mencolok ibu hamil suka gemas dan sering diraba raba sehingga jutru makin bisa memicu jadi tambah besar. Ini terjadi karena reaksi berlebihan yang dipicu hormon hamil terhadap adanya jejas semisal karang gigi yang runcing atau ujung lubang gigi yang lancip atau bahkan muncul dengan tiba tiba. Terapi yang diberikan pembersihan kaerang gigi, pemberian obat kukur herbal, gel khusus yang dioles di gusi atau disemprotkan, pemberian anibiotika bila dirasa perlu saja dan yang terpnting tidak boleh suka usil memegang dengan tangan atau dengan tusuk gigi dan sejenisnya karena dikwatirkan justru terjadi infeksi dan menjadi kelaianan yang lebih parah. Tidak boleh dilakukan dilakukan pemotongan atau pencabutan gigi tersebut selama hamil.pada kelainan ini. Epulis ini jarang menyebabkan gigi goyang dan jarang disertai nyeri gigi akibat pulpitis (radang pulpa) . Dan bila dilakukan tindakan gigingectomy (pemotongan gusi ) sering masih  kambuhan.Epulis ini lebih cepat sembuh dengan sendirinya bila telah melahirkan.

Pada kasus caries profunda (lubang gigi yang telah mengenai tulang gigi dan saraf) seperti dengan diagnosa pulpitis akut atau pulpitis irreversible (radang saraf gigi ) atau bahkan sudah menjadi gangren pulpa atau necrotic pulpa (gigi busuk dan saraf sudah mati ) yang disertai dengan abses (benjolan nanah) seperti gambar dibawah ini :

        

Ibu hamil harus mendapatkan perawatan gigi yang intensif, abses (benjolan berisi nanah) harus diredakan dengan perawatan saluran akar total dan pemberian antibiotoka secara kontinue, walaupun sering kali sudah menimbulkan sakit yang sangat penderita hanya boleh meminum anti piretik anti nyeri jenis Paracetamol dan antibiotika Amoxicillin.

Kami lebih memilih menunda pencabutan walaupun setelah dilakukan perawatan saluran akar beberapa kali berhasil meredakan infeksi dan nyeri, karena biasanya gigi seperti ini sering terkategori cabutan gigi sulit atau rawan dengan komplikasi (open methode).

 

Pada gambar diatas, adalah bila kelainan gigi ini menjadi parah dan infeksi makin menyebar (plegmon ) atau ibu hamil ini tiba tiba drop kondisi fisiknya, berkeringat dingin susah nafas dan disertai panas badan maka Ibu Hamil trisemester ke 2 ini harus dilarikan ke RS untuk mendapatkan perawatan intensif gabungan dari beberapa dokter spesialis yaitu dokter spesialis kandungan, drg spesialis bedah mulut, spesialis penyakit dalam untuk meredakan infeksi yang berkembang. Biasanya ini terjadi karena adanya kompliksi dengan penyakit sistemik yang dimiliki ibu hamil  misal ada diabetes, alergi atau tekanan darah tiba tiba meningkat sehingga rawan terjadi preeklamsi ( keracunan kehamilan) atau diiringi dengan adanya perdarahan atau flek sehingga janin dan ibu hamil dalam kondisi rawan. dan bila harus dilakukan pencabutan maka memerlukan dokter spesialis anaestesi untuk dilakukan General anaestesi yang aman.

Dan bila kondisi keparahan infeksi dan ibu hamil drop di usia kehamilan trisemester 3 yang aman misal janin sudah 8 bulan jalan atau sembilan bulan, maka saat rawat inap pasien ibu hamil ini akan ditangani para dokter spesialis berbagai bidang seperti tersebut diatas dan dengan general anaestesi dilakukan tindakan bersamaan yaitu janin dilahirkan lebih awal dan gigi yang menyebabkan infeksi dicabut juga. Dengan demikian harapannya bayi dan ibu hamil tetap selamat dan setelah itu hanya menunggu proses penyembuhan infeksinya.

Prinsip kedua, kondisi kebugaran atau kesehatan keseluruhan Ibu hamil apakah dalam kondisi stabil emosi dan fisik dan psikis.Dapat diketahui dari riwayat pola makan dan pola istirahatnya. Kondisi fisik Ibu Hamil yang lemah, masih sering mual, muntah, pusing dan susah makan sangat rawan untuk dilakukan pencabutan. Begitu pula kondisi Psikis yaitu susah istirahat, mudah cemas, takut dan gampang kelelahan maka perlu dihindari tindakan pencabutan gigi.

Prinsip Ketiga adalah memahami efek samping dan komplikasi yang bisa ditimbulkan akibat pencabutan serta efek samping obat obatan yang dikonsumsi saat hamil. Termasuk memahami betul penting nya peran gizi seimbang agar janin tumbuh dan berkembang maksimal dan ibu hamil lebih bugar sehat fisik dan mental dan menunjang proses penyembuhan. Sehingga mengurangi resiko pencabutan saat hamil.

Prinsip keempat adalah tindakan preventive ( pencegahan) jauh lebih baik dan mudah dibanding tindakan kuratif (perawatan). Sebelum dan sesaaat setelah menikah perlu kontrol rutin ke dokter gigi agar semua kenainan gigi yang memicu gangguan janin akan teratasi. Hindari kebiasaan suka menunda mengunjungi dokter gigi dan melakukan kebiasan jelek seperti memakai tusuk gigi yang tidak bersih yang mengungkit ungkit gigi yang sakit dengan jari atau tusuk gigi.

Prinsip kelima adalah lebih banyak berdoa dan menanamkan semangat bahwa kebersihan adalah sebagian dari pada iman. Jadi langkah ikhtiar maksimal menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan sikat gigi dengan benar dan teratur dan kontrol gigi rutin. Ibu hamil sudah selayaknya bersih sehat fisik dan mental serta bisa konsentrasi terhadap anugerah yang luar biasa hebat yaitu amanah yang diberikan Alloh SWT dengan dititipi janin dan menjadi bunda nantinya. Dengan tanpa kelainan gigi yang mengganggu ibu hamil akan lebih bisa khusuk berdoa dan beribadah. Aamiin.

 


 

Informasi perawatan Kawat Gigi atau Behel Gigi di Surabaya
 

Anda dapat berkonsultasi untuk mendapat penjelasan tentang perawat behel gigi /kawat gigi.

Hubungan kontak di :

  • dokterkawatgigi.com atau
  • dokterbehel.com

 

Berikut beberapa pertanyaan yang sering dikonsultasikan pada dokter gigi Spesialis Ortodonti:

  1. Perlukah menggunakan kawat gigi / behel gigi / braket ?
  2. Bagaimana cara kerja kawat gigi /behel gigi / braket ?
  3. Bagaimana tips kesehatan sebelum memasang behel gigi / kawat gigi ?
  4. Apa saja jenis-jenis kawat gigi yang banyak dipakai ?
  5. Berapa harga pasang kawat gigi di dokter ?
  6. Bagaimana proses pemasangan behel gigi / kawat gigi ?
  7. Bagaimana fungsi pemasangan behel gigi dan efek sampingnya ?
  8. Bagaimana menggunakan behel gigi tranparan ?
  9. Fakta dan Mitos mengenai kawat gigi ?
  10. Ragu pasang kawat gigi karena takut dan mahal ?

 


 

WE CARE YOUR SMILE...

 


 

Deteksi Kelainan Gigi Usia Anak-Anak dan Remaja

 

Deteksi Kelainan Gigi Anak-Anak

 

Pada usia 6 sampai 9 tahun gigi geligi permanen mulai bergantian tumbuh seiring dengan gigi geligi susu bergantian tanggal. Inilah yang disebut fase geligi campuran ( Mixed Dentition ). Hingga nanti pada usia dewasa muda geligi akan erupsi lengkap sebanyak 14 di rahang atas dan 14 di rahang bawah. Inilah yang disebut dengan fase gigi tetap (Permanen Teeth). Dan setelah itu baru disusul dengan geligi permanen yang terakhir erupsi yaitu gigi molar ke-3 atau geraham terakhir pada usia sekitar 20 tahun.

Adalah masih dalam batas kewajaran bila gigi seri susu anak-anak di rahang bawahnya goyang lalu dibelakangnya terdapat gigi permenen seri yang muncul. Pada beberapa kasus hal ini tidak perlu dicemaskan karena dengan beradaptasi dengan lidah gigi permanen seri yang tumbuh dibelakang gigi seri susu akan menata dengan sendirinya menempati tempat gigi susu serinya. Langkah yang diperlukan adalah bila ada tanda ini adalah segera mencabut gigi seri susu tersebut dengan bantuan dokter gigi.

 

Berbeda dengan kondisi gigi susu seri rahang atas dan semua gigi geraham baik di rahang atas atau di rahang bawah apabila goyang namun gigi permanen tidak tepat tumbuh sesuai dengan tempat gigi susunya maka inilah yang perlu dicermati. Karena hal ini menunjukkan adanya kelainan susunan gigi mulai yang ringan maupun parah.

Pada kondisi yang ekstrim gigi permanen sudah tumbuh tanpa didahului adanya tanda gigi susu yang goyang. Sehingga letaknya gigi permanen agak jauh dari gigi susunya yang akan digantikan. Inilah yang disebut kelainan letak salah benih. Atau gigi susu telah tanggal lama hampir 1 tahun namun gigi permanen belum juga erupsi.

Pada beberapa kasus pada usia mulai pergantian geligi yaitu 7 tahun juga sudah diikuti dengan kelainan skeletal tulang rahang seperti salah satu rahang lebih maju, atau kedua rahangnya dan kelainan asimetris tulang rahang. Dominasi faktor pencetus kelainan susunan gigi memang adalah kelainan genetika atau menurun, misalkan karena orang tuanya juga mengalami kelainan yang sama, maka anaknya bisa menjadi lebih parah atau lebih ringan. Namun adanya kebiasaan jelek yang dilakukan seorang anak akan dapat menimbulkan kelainan susunan gigi atau meperparah kelainan susunan gigi tersebut. Seperti kebiasaan menghisap ibu jari, menggigit pensil atau benda pada gigi depan, cara menelan makanan yang salah, bernafas lewat mulut, pemakaian dot susu yang lama, kondisi gigi susu yang banyak berlubang dan atau gusi yang beradang sehingga rahang mencari posisi yang enak saat mengunyah dan adanya tanggal prematur gigi susu.

Jadi usia efektif untuk mencermati kelainan susunan adalah usia 6 sampai 9 tahun dimana pada usia ini geligi permanen telah banyak yang tumbuh dan kelainan sudah mulai jelas terlihat. Sehingga usia ini adalah usia yang tepat untuk memulai membiasakan diri untuk memeriksakan dan merawat gigi. Jadi jangan biarkan susunan gigi yang bermasalah hingga menunggu usia dewasa baru dilakukan tindakan perawatan. Justru perawatan kelainan susunan gigi akan lebih mudah diatasi pada saat usia anak-anak dan remaja, dengan memanfaatkan faktor pertumbuhan. Namun bukan berati kelainan susunan gigi pada usia dewasa dan lanjut tidak dapat diatasi.

Beberapa kasus kelainan susunan gigi usia anak-anak remaja yang ringan akan dapat diselesaikan dengan perawatan removable orthodontic appliance atau alat ortodonsi lepasan dan ini bisa dilakukan oleh dokter gigi umum. Namun bila kasus telah parah pada usia anak-anak dan remaja akan dilakukan perawatan fixed orthodontic appliance (bracket) atau yang lazim disebut behel dan ini dilakukan oleh dokter gigi spesialis merapikan gigi (Orthodontis) dengan gelar Sp.Ort. yang berkompeten untuk merawat kelainan susunan gigi tersebut. Berikut adalah gambar removable appliance dan fixed appliance(bracket) :

 

 

 

Oleh : Lila Muntadir, drg., Sp.Ort.

Spesialis Merapikan Gigi (Orthodontis)

 

Berikut beberapa pertanyaan yang sering dikonsultasikan:

  1. Bagaimana proses pemasangan behel gigi / kawat gigi ?
  2. Cara pemasangan behel gigi lepas pasang ?
  3. Biaya pemasangan behel gigi transparan ?
  4. Berapa lama waktu untuk perawatan behel gigi / kawat gigi ?
  5. Apa saja jenis-jenis kawat gigi ?
  6. Manfaat pemasangan behel / kawat gigi ?
  7. Harga behel gigi yang murah ?
  8. Jenis behel gigi terbaru ?
  9. Manfaat pemasangan behel gigi ?

 


 

Untuk konsultasi lebih lanjut silahkan hubungi kontak kami di:

dokterkawatgigi.com / dokterbehel.com

 

 

TIPS Enjoy Perawatan Braket (Behel )

 

Enjoy Perawatan Behel

 

Perawatan merapikan gigi dengan memakai braket / kawat gigi / behel gigi telah banyak diminati, baik di usia anak-anak, remaja dan dewasa. Dokter gigi spesialis Ortodonsia akan memberikan perawatan braket / behel / kawat gigi berdasarkan diagnosa kelainan susunan gigi dan akan mempertimbangkan tingkat keparahan kasus dengan berbagai tipe dan jenis braket yang dikehendaki penderita.

 

Kesadaran tersebut hendaknya juga didukung dengan keadaan yang dirasakan saat memulai perawatan dan Awal pemakaian braket yang dirasakan biasanya adalah ada rasa baru, seperti bibir terasa kering karena lama bka muku susah menutup mulut karena masing-masing gigi geligi telah dilekati braket sehingga permukaan gigi bertambah tinggi, rasa seperti ditekan atau ditarik karena braket telah terikat dengan wire (kawat yang melingkari rahang) dan adanya gesekan antara braket dengan mukosa (jaringan lunak) dalam pipi. Rasa baru tersebut akan dirasakan kurang lebih selama 2-5 hari, bersama tips enjoy perawatan braket ini kita akan membuat pemakai braket lebih siap menjalaninya dan tetap enjoy dengan aktivitas keseharian.

 

Tips Enjoy Perawatan Braket:

 

Sesaat setelah braket telah diapasang (insersi) pakailah lib gloss atau madu untuk dioleskan di bibir dan pemakain ini bisa diulang 1-3 kali dalam sehari selama 3 hari.

Pakailah wax (malam khusus) yang bisa dilakukan sendiri dengan cara menghadap ke cermin lalu ambil secukupnya wax dan tempelkan dengan cara ditekan tekan dan dirapikan di atas permukaan braket yang dirasa menonjol dan lebih menggesek pipi dalam.

Sikat gigi dengan baik dan benar akan menjadikan rongga mulut bersih, sehat dan selalu terasa segar. Sebaiknya menyikat gigi dilakukan sebagimana banyaknya waktu sholat bagi yang muslim jadi 5 kali dalam sehari atau dapat dijabarkan sebagai berikut yaitu bangun tidur sebelum makan minum atau sebelum sholat subuh, lalu saat mandi pagi, saat setelah makan siang, saat mandi sore hari dan saat sebelum tidur. Dengan kata lain sebaiknya memiliki sikat gigi khusus untuk braket atau sikat gigi yang dirasa cocok lebih dari 1. Tujuannya agar ada bila diperlukan, misalnya di kemas dalam tas plastik kecil dan diisi dengan pasta gigi kecil dan sikat gigi lalu disimpan di tas kerja atau tas sekolah . Sedangkan 1 sikat gigi yang lainnya selalu disimpan di kamar mandi.

.

Makanlah yang lunak-lunak terlebih dahulu seperti aneka kue basah, makanan berkuah yang hangat, bubur, sereal, jus buah, susu, puding, salat buah dan minum minuman hangat suam suam kuku (bukan yang panas) selama 1-2 hari saja setelah itu mulailah mengunyah yang lebih kasar seperti nasi + lauk pauknya.

Lebih sering minum air putih dan banyak berkumur setelah makan atau nyemil agar kondisi rongga mulut selalu segar dan sisa makanan yang tertinggal lebih sedikit.

Setelah proses adapatasi 1-7 hari sebaiknya menu makanan sudah dapat bervariasi dan seperti biasa hanya saja tetap harus dipotong kecil-kecil dan tidak keburu buru makannya.

 

Bila sangat memerlukan tusuk gigi sebaiknya dilakukan dengan bantuan tusuk gigi yang bersih hygienis cukup kecil tidak menggembung besar, bila dirasa tusuk gigi yang tersedia besar maka diupayakan dibelah dahulu atau bisa membeli tusuk gigi kemasan dengan dental flos yang lebih cocok bentuk dan ukurannya. Kemasan dental flos dengan tusuk gigi bisa didapatkan di dokter gigi anda. Begitu pula dalam bersikat gigi sebaiknya dilakukan di depan cermin agar terkontrol gerakanya, posisi selilitnya dan hasil sikat giginya.

 


 

The Perfect Smile is never out of reach


 

 

Berikut beberapa pertanyaan yang sering muncul terkait pemasangan behel gigi:

  1. Bagaimana cara memundurkan gigi tanpa behel
  2. Cara merapikan gigi tanpa behel
  3. Apa saja warna behel gigi yang cantik
  4. Contoh dan bentuk behel keramik
  5. Harga behel gigi tahun 2017
  6. Warna karet behel untuk gigi kuning
  7. Jenis jenis behel gigi
  8. Behel gigi damon
  9. Alamat praktek dokter gigi ortodonti

Kunjungi dokter gigi Anda untuk mendapatkan informasi selengkap-lengkapnya.

 

Salam hormat,

 

Admin,

dokterkawat gigi.com

dokterbehel.com

 

 

Deteksi Kelainan Susunan Gigi Usia Balita

 

Kelainan Susunan Gigi Usia Balita

 

Gigi geligi pertama manusia tumbuh sejak bayi berusia sekitar 6 bulan dan akan tumbuh (erupsi) lengkap saat anak telah berusia sekitar 2.5 tahun. Inilah yang disebut dengan fase geligi susu ( Deciduous Teeth). Pertumbuhan gigi bayi dimulai dari gigi depannya atau lebih sering disebut dengan gigi seri, kemudian disusul dengan geligi geraham. Jumlah lengkap geligi susu adalah 10 di rahang atas dan 10 dirahang bawah. Mari kita perhatikan pada gambar dibawah ini yaitu ada sela diantara gigi geligi serinya, inilah yang disebut sebagai monkey gap atau primate spacing. Dan tampak sela atau diastema tengah pada gigi seri yang lebih sering disebut ugly duckling. Tanda ini justru menunjukkan bahwa susunan gigi normal. Dengan adanya sela ini diharapkan saat gigi permanen tumbuh (erupsi) yang tentunya ukurannya lebih besar akan mempunyai cukup ruang.

Tanda-tanda bahwa akan terjadi kelainan sususnan gigi sudah dapat dilihat pada fase ini.Bila dalam fase ini tidak terdapat sela diantara geligi seri susunya dan bahkan telah ada berdesakan, maka hal ini sudah cukup untuk menjadi alasan bahwa saat geligi permanen dewasanya erupsi akan terjadi kelainan susunan gigi yaitu berdesakan.

 

Langkah bijaksanaya adalah mengamati perkembanganya hingga usia balita menginjak 6 tahun. Ajarilah balita untuk memelihara giginya dimulai dengan cara berkumur yang benar, agar balita tidak sering menelan pasta gigi, mengenalkan gerakan menyikat gigi yang benar, agar tidak hanya bagian luar saja yang disikat oleh balita dan ajaklah balita menyikat giginya sehari minimal 3 kali. Hindarilah makanan yang manis dan lengket, seperti permen, biskuit, es cream, dodol serta jagalah agar balita tidak mengulum makanan lama di dalam mulut. Biasakanlah balita minum susu dengan gelas dan mengurangi penggunaan dot. Berilah balita suasana kasih sayang, nyaman dan tenang sehingga tidak menimbulkan dampak psikologis kecemasan yang berakibat balita menggerat gigi saat tertidur pulas. Amatilah apakah balita kita saat tidur bernafas lewat mulut atau yang lebih dikenal dengan istilah mendengkur? Karena kebiasaan mendengkur akan menyebabkan gigi geligi cenderung protrusi atau maju. Lakukanlah perawatan menambal gigi bila terdapat gigi balita yang berlubang namun hindari melakukan tindakan pencabutan pada fase ini kecuali diindikasikan oleh dokter gigi. Gambar dibawah ini kasus berdesakan gigi susu.

 

Oleh : Lila Muntadir, drg., Sp.Ort.

Spesialis Merapikan Gigi (Orthodontis)

 


Beberapa Pertanyaan yang sering dikonsultasikan:

  • Jenis-jenis behel gigi
  • Behel gigi transparan
  • Behel gigi keramik
  • Behel gigi terbaru
  • Manfaat behel gigi

Untuk informasi detail kunjungi:

  1. dokterkawatgigi.com
  2. dokterbehel.com

Salam hormat,

 

admin,

dokterkawatgigi.com

 

About Me

 


 

Lila Muntadir, drg., Sp.Ort.
Spesialis Merapikan Gigi (Orthodontist)

 


 



Para pengunjung yang berbahagia,
Selamat datang di website kami.

Senyum indah itu ditentukan oleh kerapian gigi dan harmonisasi muka, rasanya tidak berlebihan kalau kami mengungkapkan hal itu kepada Anda di sini.
 
 

Hubungi : 

Lila Muntadir, drg., Sp.Ort.
Spesialis Merapikan Gigi (Orthodontist)
 

Alamat : Pondok Citra Eksekutif F-8 Penjaringan Sari, Rungkut, Surabaya  

  
HP /SMS / WA : 08121752022       

  
E-mail : lilamuntadir@gmail.com    

 
Website : dokterkawatgigi.com & dokterbehel.com

 

 

Jadwal Praktek:

  • Rumah Sakit Muhammadiyah Siti Khodijah  Jl. Pahlawan 260 Sepanjang, Sidoarjo
  • Rumah Sakit Al Irsyad  Jl. KH. Mas Mansyur 210-214 Surabaya 
  • Rumah Sakit Ibu dan Anak Kendangsari MERR Jl. Ir. H. Soekarno no. 2 Surabaya
  • Klinik di Rumah. Pondok Citra Eksekutif F-8 Penjaringan Sari, Rungkut, Surabaya (Belakang Kantor Kelurahan Penjaringan Sari)
  • (Khusus Klinik di Rumah, free biaya konsultasi dan pemeriksaan)

One smile at a time!


 

 

 

 

Copyright © 2014. All Rights Reserved.