Deteksi Kelainan Gigi Usia Anak-Anak dan Remaja

 

Deteksi Kelainan Gigi Anak-Anak

 

Pada usia 6 sampai 9 tahun gigi geligi permanen mulai bergantian tumbuh seiring dengan gigi geligi susu bergantian tanggal. Inilah yang disebut fase geligi campuran ( Mixed Dentition ). Hingga nanti pada usia dewasa muda geligi akan erupsi lengkap sebanyak 14 di rahang atas dan 14 di rahang bawah. Inilah yang disebut dengan fase gigi tetap (Permanen Teeth). Dan setelah itu baru disusul dengan geligi permanen yang terakhir erupsi yaitu gigi molar ke-3 atau geraham terakhir pada usia sekitar 20 tahun.

Adalah masih dalam batas kewajaran bila gigi seri susu anak-anak di rahang bawahnya goyang lalu dibelakangnya terdapat gigi permenen seri yang muncul. Pada beberapa kasus hal ini tidak perlu dicemaskan karena dengan beradaptasi dengan lidah gigi permanen seri yang tumbuh dibelakang gigi seri susu akan menata dengan sendirinya menempati tempat gigi susu serinya. Langkah yang diperlukan adalah bila ada tanda ini adalah segera mencabut gigi seri susu tersebut dengan bantuan dokter gigi.

 

Berbeda dengan kondisi gigi susu seri rahang atas dan semua gigi geraham baik di rahang atas atau di rahang bawah apabila goyang namun gigi permanen tidak tepat tumbuh sesuai dengan tempat gigi susunya maka inilah yang perlu dicermati. Karena hal ini menunjukkan adanya kelainan susunan gigi mulai yang ringan maupun parah.

Pada kondisi yang ekstrim gigi permanen sudah tumbuh tanpa didahului adanya tanda gigi susu yang goyang. Sehingga letaknya gigi permanen agak jauh dari gigi susunya yang akan digantikan. Inilah yang disebut kelainan letak salah benih. Atau gigi susu telah tanggal lama hampir 1 tahun namun gigi permanen belum juga erupsi.

Pada beberapa kasus pada usia mulai pergantian geligi yaitu 7 tahun juga sudah diikuti dengan kelainan skeletal tulang rahang seperti salah satu rahang lebih maju, atau kedua rahangnya dan kelainan asimetris tulang rahang. Dominasi faktor pencetus kelainan susunan gigi memang adalah kelainan genetika atau menurun, misalkan karena orang tuanya juga mengalami kelainan yang sama, maka anaknya bisa menjadi lebih parah atau lebih ringan. Namun adanya kebiasaan jelek yang dilakukan seorang anak akan dapat menimbulkan kelainan susunan gigi atau meperparah kelainan susunan gigi tersebut. Seperti kebiasaan menghisap ibu jari, menggigit pensil atau benda pada gigi depan, cara menelan makanan yang salah, bernafas lewat mulut, pemakaian dot susu yang lama, kondisi gigi susu yang banyak berlubang dan atau gusi yang beradang sehingga rahang mencari posisi yang enak saat mengunyah dan adanya tanggal prematur gigi susu.

Jadi usia efektif untuk mencermati kelainan susunan adalah usia 6 sampai 9 tahun dimana pada usia ini geligi permanen telah banyak yang tumbuh dan kelainan sudah mulai jelas terlihat. Sehingga usia ini adalah usia yang tepat untuk memulai membiasakan diri untuk memeriksakan dan merawat gigi. Jadi jangan biarkan susunan gigi yang bermasalah hingga menunggu usia dewasa baru dilakukan tindakan perawatan. Justru perawatan kelainan susunan gigi akan lebih mudah diatasi pada saat usia anak-anak dan remaja, dengan memanfaatkan faktor pertumbuhan. Namun bukan berati kelainan susunan gigi pada usia dewasa dan lanjut tidak dapat diatasi.

Beberapa kasus kelainan susunan gigi usia anak-anak remaja yang ringan akan dapat diselesaikan dengan perawatan removable orthodontic appliance atau alat ortodonsi lepasan dan ini bisa dilakukan oleh dokter gigi umum. Namun bila kasus telah parah pada usia anak-anak dan remaja akan dilakukan perawatan fixed orthodontic appliance (bracket) atau yang lazim disebut behel dan ini dilakukan oleh dokter gigi spesialis merapikan gigi (Orthodontis) dengan gelar Sp.Ort. yang berkompeten untuk merawat kelainan susunan gigi tersebut. Berikut adalah gambar removable appliance dan fixed appliance(bracket) :

 

 

 

Oleh : Lila Muntadir, drg., Sp.Ort.

Spesialis Merapikan Gigi (Orthodontis)

 

Berikut beberapa pertanyaan yang sering dikonsultasikan:

  1. Bagaimana proses pemasangan behel gigi / kawat gigi ?
  2. Cara pemasangan behel gigi lepas pasang ?
  3. Biaya pemasangan behel gigi transparan ?
  4. Berapa lama waktu untuk perawatan behel gigi / kawat gigi ?
  5. Apa saja jenis-jenis kawat gigi ?
  6. Manfaat pemasangan behel / kawat gigi ?
  7. Harga behel gigi yang murah ?
  8. Jenis behel gigi terbaru ?
  9. Manfaat pemasangan behel gigi ?

 


 

Untuk konsultasi lebih lanjut silahkan hubungi kontak kami di:

dokterkawatgigi.com / dokterbehel.com

 

 

TIPS Enjoy Perawatan Braket (Behel )

 

Enjoy Perawatan Behel

 

Perawatan merapikan gigi dengan memakai braket / kawat gigi / behel gigi telah banyak diminati, baik di usia anak-anak, remaja dan dewasa. Dokter gigi spesialis Ortodonsia akan memberikan perawatan braket / behel / kawat gigi berdasarkan diagnosa kelainan susunan gigi dan akan mempertimbangkan tingkat keparahan kasus dengan berbagai tipe dan jenis braket yang dikehendaki penderita.

 

Kesadaran tersebut hendaknya juga didukung dengan keadaan yang dirasakan saat memulai perawatan dan Awal pemakaian braket yang dirasakan biasanya adalah ada rasa baru, seperti bibir terasa kering karena lama bka muku susah menutup mulut karena masing-masing gigi geligi telah dilekati braket sehingga permukaan gigi bertambah tinggi, rasa seperti ditekan atau ditarik karena braket telah terikat dengan wire (kawat yang melingkari rahang) dan adanya gesekan antara braket dengan mukosa (jaringan lunak) dalam pipi. Rasa baru tersebut akan dirasakan kurang lebih selama 2-5 hari, bersama tips enjoy perawatan braket ini kita akan membuat pemakai braket lebih siap menjalaninya dan tetap enjoy dengan aktivitas keseharian.

 

Tips Enjoy Perawatan Braket:

 

Sesaat setelah braket telah diapasang (insersi) pakailah lib gloss atau madu untuk dioleskan di bibir dan pemakain ini bisa diulang 1-3 kali dalam sehari selama 3 hari.

Pakailah wax (malam khusus) yang bisa dilakukan sendiri dengan cara menghadap ke cermin lalu ambil secukupnya wax dan tempelkan dengan cara ditekan tekan dan dirapikan di atas permukaan braket yang dirasa menonjol dan lebih menggesek pipi dalam.

Sikat gigi dengan baik dan benar akan menjadikan rongga mulut bersih, sehat dan selalu terasa segar. Sebaiknya menyikat gigi dilakukan sebagimana banyaknya waktu sholat bagi yang muslim jadi 5 kali dalam sehari atau dapat dijabarkan sebagai berikut yaitu bangun tidur sebelum makan minum atau sebelum sholat subuh, lalu saat mandi pagi, saat setelah makan siang, saat mandi sore hari dan saat sebelum tidur. Dengan kata lain sebaiknya memiliki sikat gigi khusus untuk braket atau sikat gigi yang dirasa cocok lebih dari 1. Tujuannya agar ada bila diperlukan, misalnya di kemas dalam tas plastik kecil dan diisi dengan pasta gigi kecil dan sikat gigi lalu disimpan di tas kerja atau tas sekolah . Sedangkan 1 sikat gigi yang lainnya selalu disimpan di kamar mandi.

.

Makanlah yang lunak-lunak terlebih dahulu seperti aneka kue basah, makanan berkuah yang hangat, bubur, sereal, jus buah, susu, puding, salat buah dan minum minuman hangat suam suam kuku (bukan yang panas) selama 1-2 hari saja setelah itu mulailah mengunyah yang lebih kasar seperti nasi + lauk pauknya.

Lebih sering minum air putih dan banyak berkumur setelah makan atau nyemil agar kondisi rongga mulut selalu segar dan sisa makanan yang tertinggal lebih sedikit.

Setelah proses adapatasi 1-7 hari sebaiknya menu makanan sudah dapat bervariasi dan seperti biasa hanya saja tetap harus dipotong kecil-kecil dan tidak keburu buru makannya.

 

Bila sangat memerlukan tusuk gigi sebaiknya dilakukan dengan bantuan tusuk gigi yang bersih hygienis cukup kecil tidak menggembung besar, bila dirasa tusuk gigi yang tersedia besar maka diupayakan dibelah dahulu atau bisa membeli tusuk gigi kemasan dengan dental flos yang lebih cocok bentuk dan ukurannya. Kemasan dental flos dengan tusuk gigi bisa didapatkan di dokter gigi anda. Begitu pula dalam bersikat gigi sebaiknya dilakukan di depan cermin agar terkontrol gerakanya, posisi selilitnya dan hasil sikat giginya.

 


 

The Perfect Smile is never out of reach


 

 

Berikut beberapa pertanyaan yang sering muncul terkait pemasangan behel gigi:

  1. Bagaimana cara memundurkan gigi tanpa behel
  2. Cara merapikan gigi tanpa behel
  3. Apa saja warna behel gigi yang cantik
  4. Contoh dan bentuk behel keramik
  5. Harga behel gigi tahun 2017
  6. Warna karet behel untuk gigi kuning
  7. Jenis jenis behel gigi
  8. Behel gigi damon
  9. Alamat praktek dokter gigi ortodonti

Kunjungi dokter gigi Anda untuk mendapatkan informasi selengkap-lengkapnya.

 

Salam hormat,

 

Admin,

dokterkawat gigi.com

dokterbehel.com

 

 

Deteksi Kelainan Susunan Gigi Usia Balita

 

Kelainan Susunan Gigi Usia Balita

 

Gigi geligi pertama manusia tumbuh sejak bayi berusia sekitar 6 bulan dan akan tumbuh (erupsi) lengkap saat anak telah berusia sekitar 2.5 tahun. Inilah yang disebut dengan fase geligi susu ( Deciduous Teeth). Pertumbuhan gigi bayi dimulai dari gigi depannya atau lebih sering disebut dengan gigi seri, kemudian disusul dengan geligi geraham. Jumlah lengkap geligi susu adalah 10 di rahang atas dan 10 dirahang bawah. Mari kita perhatikan pada gambar dibawah ini yaitu ada sela diantara gigi geligi serinya, inilah yang disebut sebagai monkey gap atau primate spacing. Dan tampak sela atau diastema tengah pada gigi seri yang lebih sering disebut ugly duckling. Tanda ini justru menunjukkan bahwa susunan gigi normal. Dengan adanya sela ini diharapkan saat gigi permanen tumbuh (erupsi) yang tentunya ukurannya lebih besar akan mempunyai cukup ruang.

Tanda-tanda bahwa akan terjadi kelainan sususnan gigi sudah dapat dilihat pada fase ini.Bila dalam fase ini tidak terdapat sela diantara geligi seri susunya dan bahkan telah ada berdesakan, maka hal ini sudah cukup untuk menjadi alasan bahwa saat geligi permanen dewasanya erupsi akan terjadi kelainan susunan gigi yaitu berdesakan.

 

Langkah bijaksanaya adalah mengamati perkembanganya hingga usia balita menginjak 6 tahun. Ajarilah balita untuk memelihara giginya dimulai dengan cara berkumur yang benar, agar balita tidak sering menelan pasta gigi, mengenalkan gerakan menyikat gigi yang benar, agar tidak hanya bagian luar saja yang disikat oleh balita dan ajaklah balita menyikat giginya sehari minimal 3 kali. Hindarilah makanan yang manis dan lengket, seperti permen, biskuit, es cream, dodol serta jagalah agar balita tidak mengulum makanan lama di dalam mulut. Biasakanlah balita minum susu dengan gelas dan mengurangi penggunaan dot. Berilah balita suasana kasih sayang, nyaman dan tenang sehingga tidak menimbulkan dampak psikologis kecemasan yang berakibat balita menggerat gigi saat tertidur pulas. Amatilah apakah balita kita saat tidur bernafas lewat mulut atau yang lebih dikenal dengan istilah mendengkur? Karena kebiasaan mendengkur akan menyebabkan gigi geligi cenderung protrusi atau maju. Lakukanlah perawatan menambal gigi bila terdapat gigi balita yang berlubang namun hindari melakukan tindakan pencabutan pada fase ini kecuali diindikasikan oleh dokter gigi. Gambar dibawah ini kasus berdesakan gigi susu.

 

Oleh : Lila Muntadir, drg., Sp.Ort.

Spesialis Merapikan Gigi (Orthodontis)

 


Beberapa Pertanyaan yang sering dikonsultasikan:

  • Jenis-jenis behel gigi
  • Behel gigi transparan
  • Behel gigi keramik
  • Behel gigi terbaru
  • Manfaat behel gigi

Untuk informasi detail kunjungi:

  1. dokterkawatgigi.com
  2. dokterbehel.com

Salam hormat,

 

admin,

dokterkawatgigi.com

 

Kiat Sukses Meraih Gigi Sehat

 

Persepsi umum menganggap perawatan gigi adalah cukup dengan rajin sikat gigi minimal 2 kali sehari saat mandi pagi dan sore. Kegiatan sikat gigi sering diidentifikasikan dengan aktivitas mandi, jadi sering kali hanya pada saat mandi seseorang ingat untuk sikat gigi. Artinya banyak waktu yang terlewati untuk tidak melakukan sikat gigi seperti saat bekerja, kuliah, sekolah dan bahkan sedang bersantai atau tidur.

 

Sebenarnnya sikat gigi 2 kali sehari masih belum optimal, penumpukan sisa makanan dan kuman, terutama pada daerah gigi yang berdesakan, atau pada gigi geraham yang paling belakang dan permukaan bagian dalam gigi serta di sela antar gigi masih sering terjadi. Dari sinilah masalah akan timbul, sisa makanan yang tertimbun akan menyebabkan lapisan plak pada permukaan gigi semakin menebal. Hal ini akan diikuti dengan proses fermentasi sehingga dapat menyebabkan berbagai kelainan seperti lubang gigi (karies), radang gusi (gingivitis), radang jaringan penyangga gigi (periodontitis) dan tumbuh karang gigi (calculus) atau lapisan yang sangat lengket dan berwarna coklat tua hingga kehitaman (stain).

 

Pada bayi dibawah lima tahun (balita), aktifitas membersihkan gigi geligi juga sering terabaikan. Menyikat gigi baru dibiasakan saat remaja atau dewasa. Hal ini dapat menimbulkan masalah, mengapa demikian? karena anak-anak dan balita umumnya lebih banyak makan makanan yang manis, lunak, lengket dan mengandung banyak karbohidrat, sehingga rentan terjadi gangguan karies dan radang gusi.

 

 

Read more...

About Me

 


 

Lila Muntadir, drg., Sp.Ort.
Spesialis Merapikan Gigi (Orthodontist)

 


 



Para pengunjung yang berbahagia,
Selamat datang di website kami.

Senyum indah itu ditentukan oleh kerapian gigi dan harmonisasi muka, rasanya tidak berlebihan kalau kami mengungkapkan hal itu kepada Anda di sini.
 
 

Hubungi : 

Lila Muntadir, drg., Sp.Ort.
Spesialis Merapikan Gigi (Orthodontist)
 

Alamat : Pondok Citra Eksekutif F-8 Penjaringan Sari, Rungkut, Surabaya  

  
HP /SMS / WA : 08121752022       

  
E-mail : lilamuntadir@gmail.com    

 
Website : dokterkawatgigi.com & dokterbehel.com

 

 

Jadwal Praktek:

  • Rumah Sakit Muhammadiyah Siti Khodijah  Jl. Pahlawan 260 Sepanjang, Sidoarjo
  • Rumah Sakit Al Irsyad  Jl. KH. Mas Mansyur 210-214 Surabaya 
  • Rumah Sakit Ibu dan Anak Kendangsari MERR Jl. Ir. H. Soekarno no. 2 Surabaya
  • Klinik di Rumah. Pondok Citra Eksekutif F-8 Penjaringan Sari, Rungkut, Surabaya (Belakang Kantor Kelurahan Penjaringan Sari)
  • (Khusus Klinik di Rumah, free biaya konsultasi dan pemeriksaan)

One smile at a time!


 

 

 

 

Copyright © 2014. All Rights Reserved.